Halaman

Selasa, 01 Maret 2011

Bertumbuh dengan Cara Allah

Bagaimana kita bertumbuh secara rohani? Apakah rahasianya?
“Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.” (Yohanes 15: 4)


Menurut Yesus, hal itu sederhana dan jelas sekali: “Tinggallah di dalam Aku.” Kata “tinggal” menyatakan ketetapan posisi. Itu berarti bahwa kita menanam sedalam-dalamnya akar kita ke dalam hubungan kita dengan Allah. Yesus mengatakan, “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku” (Lukas 9:23).
Mengikut Tuhan adalah suatu gaya hidup sehari-hari.
Pemazmur berbicara tentang hal ini ketika ia menuliskan, “Aku hendak mengagungkan Engkau, ya Allahku, ya Raja, dan aku hendak memuji namaMu untuk seterusnya dan selamanya. Setiap hari aku hendak memuji Engkau dan hendak memuliakan nama-Mu untuk seterusnya dan selamanya … Tuhan dekat  kepada setiap orang yang berseru kepadaNya dalam kesetiaan. Ia melakukan kehendak orang yang takut akan Dia, mendengarkan teriak mereka minta tolong dan menyelamatkan mereka.” (Mazmur 145: 1, 2, 18, 19). Hubungan pemazmur dengan Tuhan ditandai dengan satu komitmen yang tetap dan berkesinambungan (kontinu).
Hal itu sulit bagi kita. Kita hidup dalam budaya yang menghargai kecepatan. Kita tidak suka menunggu apapun. Kita selalu mencari-cari jalan pintas. Pada zaman dahulu, bila ingin mengirim surat, anda harus menulisnya, menempelkan, perangko, dan menunggu tukang pos untuk mengambilnya. Zaman sekarang ? Anda tinggal mengirimnya dengan mesin fax. Dulu kita harus mencari telepon umum dan membayarnya ketika jauh dari rumah. Sekarang tidak lagi. Kini kita mempunyai telepon selular yang mudah dibawa kemana-mana. Saya pernah melihat seseorang di toko dengan telepon selular, dan sedang memakai kedua telepon itu sekaligus. Zaman sekarang, Anda dapat mengirimkan pesan ke seluruh dunia dengan kecepatan cahaya. Anda dapat menyebrangi Lautan Atlantik dalam waktu kurang dari tiga jam. Anda dapat me-microwave seluruh makanan dalam beberapa menit. Anda bahkan dapat mengambil pakaian di binatu pada hari yang sama! Kita tidak mau menunggu. Kita meminta sesuatu dan itu ada. Segala sesuatu adalah “sekarang” (instant & serba cepat). Seringkali kita juga bersikap seperti itu terhadap Allah.
Kita berpikir-pikir, Apa jalan pintasnya? Apa cara gampangnya? Maaf, tetapi TIDAK ADA jalan pintas, tidak ada sudut-sudut yang gampang. Jalan tunggal menuju pertumbuhan rohani ialah tinggal. Tanamkan sedalam-dalamnya akar-akar Anda di dalam Yesus Kristus dan terus berjalan bersamaNya, dan pada waktuNya, Anda akan melihat “buah”.
Apakah Anda tinggal di dalam Yesus?
Menarik bahwa 1 Yohanes 2: 6 mengatakan, “Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup.” Berjalan adalah suatu gerakan yang tetap. Anda menapakkan satu kaki di depan kaki yang lain. Itu adalah cara melangkah yang tetap dan berkesinambungan. Satu-satunya cara untuk menghasilkan buah adalah dengan melekat padaNya. Banyak orang tidak melekat padaNya. Oh, mungkin saja mereka pergi ke gereja dan bahkan sangat bergairah dengan Yesus Kristus. Mungkin mereka pergi ke sebuah persekutuan atau mengucapkan doa yang bagus. Hal-hal itu berjalan lancar selama beberapa waktu, tetapi begitu “kesulitan kecil” datang, mereka berkata, “Lupakan saja ini. Saya sudah mencoba Yesus Kristus, tetapi tidak manjur untuk saya.” Masalah orang-orang itu ialah bahwa mereka tidak pernah belajar bagaimana tinggal. Mereka tidak pernah berakar di dalam Yesus. Mereka tidak pernah belajar apa artinya mendisiplin diri sendiri untuk melekat padaNya.
Apakah anda ingin bertumbuh dalam hubungan Anda dengan Yesus?     
Jika demikian,Anda harus melakukan beberapa hal. Harus ada komitmen. Itulah sebabnya Daud berdoa dalam Mazmur 51 :12, “Jadikanlah hatiku tahir, ya Allah ,dan perbaharuilah batinkudengan roh yang teguh !” Kata yang diterjemahkan “teguh” berarti “melekat  padaNya.”
Namun  bagaimana hal ini dikerjakan dalam kehidupan sehari-hari? Bagaimana kita tinggal dalam Yesus dalam pengertian praktik (practical) dan aksi (perbuatan) ?
Satu aspek dari hal tinggal ialah menyediakan waktu untuk Allah dan firman-Nya setiap hari.Perhatikan, saya mengatakan menyediakan waktu. Saya tidak mengatakan untuk menunggu adanya waktu. Kalau Anda menunggu waktu yang sesuai untuk membaca Alkitab, Anda hampir tidak akan menemukannya. Sediakan waktu. Ada-kan waktu untuk Firman Allah - itu merupakan disiplin yang sangat diperlukan untuk bertumbuh dalam anugerah.

Ke dua, adakan waktu untuk berkomunikasi dengan Allah dalam doa. Yohanes menuliskan , “Dan inilah keberanian percaya kita kepada-Nya,yaitu bahwa Ia mengabulkan doa kita, jikalau kita meminta sesuatu kepada-Nya menurut kehendak-Nya.Dan jikalau kita tahu, bahwa Ia mengabulkan apa saja yang kita minta, maka kita juga tahu bahwa kita telah memperoleh segala sesuatu yang telah kita minta kepada-Nya”(1 Yohanes 5:14,15). Doa adalah gaya hidup Anda. Anda tidak dapat lebih bertumbuh dalam iman tanpa doa, bagai sebuah carang dapat bertumbuh tanpa melekat pada pokok anggurnya.

Ke tiga, mereka yang ingin bertumbuh harus mengakui dosa mereka secara terus terang. Yesus berkata, ia akan membersihkan kita oleh firman-Nya - kita dibersihkan oleh firman yang Ia telah katakan kepada kita (lihat Yohanes 15:3). Bila kita tinggal di dalam dia, kita tidak akan hidup dalam dosa yang terus menerus. 1 Yohanes 3:6 mengatakan, “Karena itu setiap orang yang tetap berada di dalam Dia, tidak berbuat dosa lagi.” Mungkin sesekali kita jatuh, dan setiap kali kita berdosa, kita harus datang kepadaNya untuk mengakui kesalahan kita secara jujur dan terbuka serta kembali ke jalur yang benar yang dikehendakiNya.

Ke empat, tinggal berarti menyediakan waktu untuk bersama-sama dengan umat Allah. Ibrani 10:24, 25 mengatakan “Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik. Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihatidan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.”
Tinggal menghasilkan perbedaan. Dalam Kisah Para Rasul 2 kita membaca tentang gereja mula-mula yang sangat berkembang, berkuasa dan mempengaruhi dunianya. Kisah Para Rasul 2:47 mengatakan, “Tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan.”
Tinggal bukanlah sesuatu yang hanya kita lakukan pada hari Minggu pagi atau Minggu malam. Sepanjang minggu kita harus mengusahakan kesempatan untuk berkumpul dengan umat Allah, masuk ke dalam Firman Allah, berdoa dan bertumbuh secara rohani. Tidak, tinggal bukanlah suatu proses yang cepat. Tidak ada kursus singkat dan kita tidak dapat loncat satu atau dua tingkat tanpa melalui tingkat sebelumnya. Tetapi tidak masalah apabila kita tinggal tetap bersama Dia. Karena, bagaimanapun juga, memang untuk itulah kita diciptakan! 
“Tinggallah dalam Yesus dan berikan Takhta Tertinggi dalam hatimu untuk ditinggaliNya, dan lihatlah perbedaannya !”
Soli Deo Gloria (Segala Kemuliaan hanya bagi Allah) !
Tuhan Yesus memberkati kita semua, Amin !
   
                ----- Diadaptasi dari “Setiap Hari Bersama YESUS”
                    Karya Greg Laurie. Terbitan Gospel Press

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Frenzz, Silakan memberikan komentar & saran :)