Ceritanya ada 3 orang lagi berdoa nih:
Si A berdoa demikian : "Tuhan, aku lagi bingung, apakah jalan yang kutempuh ini kehendak-Mu atau bukan. Kalo ini kehendak-Mu, tolonglah Tuhan beri kelancaran, kalo tidak, berilah halangan dan rintangan."
Si B berdoa demikian : "Tuhan, aku bingung dengan pacarku yang sudah 2 bulan ini gak ada berita atau kejelasan hubungan kami. Aku gak tau kehendak-Mu, Tuhan. Kalau memang Tuhan mengehendaki ia menjadi pendamping hidupku, tolonglah panggil dia untuk menelponku hari ini juga. Kalau ia gak telpon, berarti Tuhan tidak mengehendakinya sebagai pasanganku."
Si C berdoa : "Kalo saya sih, apapun yang saya lakukan, kalo ada rasa damai di hati, saya tau itu pasti sesuai kehendak Tuhan. Kalo saya merasa gak damai, itu berarti bukan kehendak Tuhan"
Pernah kah kita menjadi salah satu dari 3 orang tadi?
Si A mengukur kehendak Tuhan dengan "kelancaran". Bukankah Tuhan seringkali mengizinkan "ketidaklancaran" dalam hidup kita, bahkan penderitaan dan kesusahan. Liat az hidup orang2 pilihan TUHAN, Yusuf misalnya. Ia menghadapi berbagai masalah, mulai dari saudara2-nya, hidup sebagai budak, rayuan istri Potifar, dan ketemu lagi ama saudara2-nya. Hidup orang pilihan ALLAH, tidak mulus seperti kain sutra, tidak rata seperti tembok, tidak selamanya menyenangkan (menurut pikiran orang awam). Tp ingat : Sukacita dalam TUHAN melampaui segala dukacita kita dalam hidup ini.
Apa artinya? Ayub dibiarkan menderita semenderita-menderitanya, dengan berbagai ujian kesehatan, petaka bagi keluarganya, dan ditinggalkan org2 terdekat. Ia merana dalam ujian itu, tapi apa yang ada di balik semua "ketidaklancaran" ini, hadiah yang luar biasa dari TUHAN kita yang luar biasa. Yang jelas, lancar atau tidaknya kita menjalani suatu perkara, bukanlah patokan yang dapat digunakan untuk mengetahui kehendak ALLAH. Seringkali justru lewat ketidaklancaran dalam hidup kita, TUHAN hendak mendidik kita dalam rencana-Nya yang teramat indah.
Lukas
Kata-Nya kepada mereka semua: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya,
memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku.
Memikul salib itu artinya mau menderita dalam kehidupan kita demi Tuhan Yesus, yg terlebih dahulu menanggung derita untuk kita semua. Jalanilah hidup ini "karena", "dalam", dan "bagi" Tuhan kita, Yesus Kristus.
Si B malah ngatur2 TUHAN untuk menunjukkan kehendak-Nya. Dia minta Tuhan untuk mencocokkan keinginan hatinya atau pengalamannya dalam mengerti kehendak Tuhan. Memang dalam PL, TUHAN banyak memberikan tanda kepada orang tertentu untuk menunjukkan kehendak-Nya, seperti tanda-tanda fisikal atau supranatural. Sebagian bukan mereka sendiri yang meminta tanda, tetapi TUHAN sendiri yang berinisiatif menunjukkan tanda. Perlu diingat pada masa itu, Alkitab yg tertulis scr komplit belum ada di tangan mereka. Selain itu, tanda khusus selalu dikaitkan dengan tugas yang khusus pula. Jelaslah bahwa menentukan tanda sendiri semau kita tidak benar dalam mengenal kehendak TUHAN. Seorang yang telah dewasa secara rohani, sebenernya gak perlu tanda2 fisikal / lahiriah, karena melalui komunikasi dengan ALLAH sendiri kita dapat mengenali Kehendak TUHAN dalam pertolongan Roh Kudus.
Bacalah Markus 8: 11-13 !
Janganlah kita seperti org Farisi yang hendak melihat "tanda" terlebih dulu, baru mau percaya. Sbab Tuhan sendiri yang mengatakan bahwa berbahagialah barang siapa yang percaya, walaupun ia tidak melihat (tanda-tanda lahiriah atau fisikal ). Tidak selamanya Tuhan ingin kita sekedar bergantung pada tanda2, Tuhan mengehendaki "iman" kita.
Ibrani 11: 1
Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.
Si C memakai perasaan atau hati nuraninya untuk mengenali kehendak Tuhan. Sejak manusia jatuh dalam dosa, sebenarnya manusia enggak 100% dapat mengenali damai sejahtra dari ALLAH secara murni.
Ibrani 10:22
Karena itu marilah kita menghadap Allah dengan hati yang tulus ikhlas dan keyakinan iman yang teguh, oleh karena hati kita telah dibersihkan dari hati nurani yang jahat dan tubuh kita telah dibasuh dengan air yang murni.
Yoh 14: 27
Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.
FIRMAN TUHAN adalah pedoman, pegangan, dan ukuran yang sah serta benar. Firman Allah yang diilhamkan ROH-NYA kepada manusia untuk dituliskan merupakan standar iman, moral, dan semua aspek kehidupan manusia secara total.
2 Timotius 3:16-17
Mazmur 119:105 ( Firman Allah Yang Hidup )
Firman-Mu adalah lampu yang menerangi jalanku supaya aku jangan jatuh.
Sabda Tuhan secara tertulis dapat menolong kita supaya kita dapat mengerti apa yang menjadi Kehendak Tuhan atas diri dan hidup kita.
Jikalau hidup saudara ada dalam Firman-Nya, dan Firman-Nya pun nyata dalam diri dan kehidupan saudara, yakinlah saudara pasti mengerti kehendak-Nya, dan sedang berjalan dalam Kehendak-Nya.
Yoh
tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.
Yoh 15: 7
Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya.
Minta lah kepada TUHAN dengan tetap merenungkan dan melakukan Firman-Nya, supaya Firman Tertulis-Nya sungguh2 dapat menerangi hati kita untuk dapat mengenali Kehendak Tuhan semata-mata dalam pengajaran Roh Kebenaran dan kasih karunia Allah yang kita kenal dalam nama Yesus Kristus. Sebab Roh Kudus yang mengajarkan segala sesuatu kepada kita, termasuk mengenal Kehendak Tuhan dan semata-mata "Anugrah Allah" ketika kita dimampukan untuk mengerti Kehendak-Nya.
___________ DOA _________
"Terima kasih Tuhan, kami diingatkan lagi tentang mengenal kehendak-Mu. Kami tau kami ini terbatas, karena itu tolong kami, Tuhan, untuk mengerti apa yg menjadi kehendak-Mu atas diri dan hidup kami. Terima kasih Tuhan Yesus, dalam nama-Mu, kami meminta agar kami diajar dengan Firman-Mu dan dalam tuntunan Roh Kudus-Mu untuk mengenali dan menuruti Kehendak Tuhan yg terbaik untuk kami. Dalam nama Tuhan Yesus, Gembala setia yg memperdulikan kami, kami telah berdoa, meminta, dan mengucap syukur buat segala pekerjaan Tuhan atas kami. Amen!"
----------------------------- REFERENSI ----------------------
Alkitab.
Mengenal dan Dikenal Allah. 2008. Dr. Eddy Fances. Penerbit: Yasinta
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Frenzz, Silakan memberikan komentar & saran :)