Matius 6: 27, 31 - 33
Situasi atau tingkat tekanan hidup tahun 2012 belum tentu akan lebih ringan dari tahun 2011. Apakah fakta ini akan membuat kita berenang dalam samudra kekuatiran di tahun 2012 ini? Melihat keadaan yang semakin sukar, banyak orang yang mengawali tahun yang baru ini dengan kekuatiran, tetapi orang yang percaya tidak boleh demikian. Di awal tahun ini, marilah kita berkomitmen menepis semua kekuatiran dan tetap percaya kepada TUHAN, Yehuwah Jireh (= TUHAN yang menyediakan) yang kita sembah. Renungkanlah kebenaran-kebenaran yang terkandung di dalam beberapa situasi di bawah ini, jikalau kekuatiran menerpa kita.
Dalam otobiografinya, Martin Luther menuliskan, “Aku mempunyai pengkhotbah yang kusenangi melebihi segala pengkhotbah lain di dunia: burung muraiku yang kecil dan jinak. Biasanya aku menaburkan remah-remah roti di ambang jendela, khususnya pada malam hari. Dia melompat-lompat di depan jendelaku bila ingin makan dan mengambil sebanyak yang ia mau sampai ia merasa kenyang. Kemudian ia selalu terbang ke sebatang pohon kecil tidak jauh dari situ, mengangkat suaranya kepada Tuhan, menyanyikan lagu pujian syukur, menyelipkan kepalanya di bawah sayapnya dan langsung tertidur. Tanpa kuatir ia membiarkan hari esok yang mempunyai kesusahannya sendiri. Bagi saya dia pengkhotbah terbaik di seluruh dunia.”
Dalam puisinya, Barbara C. Ryberg, berkata “Dia bukan hanya mengantar aku tahun demi tahun, bukan juga hari demi hari, tetapi juga langkah demi langkah. Dia membentangkan jalanku, Tuhan membimbing jalanku. Hari esok belum kutahu. Aku hanya tahu saat ini. Tetapi Dia berkata: Inilah jalannya, percaya dan berjalanlah! Aku bergembira bahwa hal itu benar. Kesusahan hari ini cukup untuk hari ini. Dan bila esok tiba, rahmatNya selalu melebihi tiap kesusahan. Maka mengapa harus kuatir atau resah? Tuhan yang memegangku. Setiap saat hidupku dalam genggaman tanganNya.
Suatu kali berkatalah burung murai kepada burung pipit, “Saya sungguh ingin tahu mengapa manusia begitu gelisah dan kuatir?” “Teman, saya pikir karena mereka tidak mempunyai Bapa seperti Bapa kita di Sorga, yang memelihara kita terus menerus.” jawab si burung pipit. Bapa Sorgawi yang memelihara si burung pipit juga memelihara hidup kita!
Adaptasi dari Manna Sorgawi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Frenzz, Silakan memberikan komentar & saran :)