Halaman

Selasa, 01 Februari 2011

Bambu dan Alang-alang

Roma 5:3-5 -
Dan bukan hanya itu saja. Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan, dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan. Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.

Aku begitu bosan dengan permasalahan kehidupan hingga suatu hari aku memutuskan untuk berhenti bekerja, berhenti bergaul dengan sesama dan berhenti melakukan kegiatan rohaniku. Suatu pagi hari aku pergi ke hutan dengan maksud berbicara dengan Tuhan untuk terakhir kalinya. Aku ingin meminta kepadaNya agar Ia memberiku satu alasan saja untuk aku tetap bertahan, kalau tidak aku akan berhenti dari semuanya.

Tuhan memberiku jawaban yang mengejutkan, "Pandanglah sekelilingmu dan perhatikan alang-alang yang terhampar hijau. Lihat juga pohon bambu yang ada di hutan ini. Ketika pertama kali menanam mereka, Aku merawat dengan saksama. Aku memberikan air hujan yang cukup, sinar matahari yang cukup dan tanah yang mengandung zat-zat yang akan memampukan mereka bertumbuh sempurna. Aku melihat alang-alang mengalami pertumbuhan yang begitu cepat, tunas-tunas baru yang tajam bermunculan dan berubah menjadi daun hijau yang panjang hingga menutupi tanah. Tetapi tidak demikian dengan bambu tetap satu batang. Namun aku tidak berhenti merawat keduanya. Ditahun kedua, alang-alang menunjukkan perkembangan yang lebih cepat lagi, tetapi tidak terjadi sesuatu pada bambu, namun Aku tidak berhenti merawat keduanya. Tahun ketiga dan keempat tetap tidak terjadi apa-apa pada bambu, sementara alang-alang terus bertumbuh namun Aku tidak menyerah. Aku tetap merawat bambu itu. Pada tahun kelima mulai terlihat tunas kecil muncul diatas tanah. Sepertinya tunas kecil yang baru muncul ditahun kelima, tidak ada artinya dibanding dengan perkembangan alang-alang. Tetapi apa yang terjadi enam bulan kemudian bambu itu tumbuh dan mencapai ketinggian lebih dari 100 kaki. Bambu itu butuh waktu lima tahun untuk menumbuhkan akar-akarnya dan akar itulah yang akan membuat dia kuat untuk bertahan. AnakKu, disepanjang waktu pergumulanmu itu, sebenarnya engkau sedang menumbuhkan akar-akarmu dan Aku tidak pernah menyerah terhadapmu. Jangan pernah membandingkan dirimu dengan orang lain, bambu mempunyai tujuan yang berbeda dengan alang-alang, tetapi keduanya memperindah hutan ini. Akan tiba saat dimana engkau tumbuh tinggi ketika akar-akarmu sudah cukup kuat. Seberapa tinggi engkau tumbuh, itu tergantung padamu. Jadi, jangan pernah menyerah!"

Saudaraku, jangan pernah menyerah pada permasalahan hidup dan jangan menyesali apa yang terjadi. Teruslah bertumbuh karena Tuhan tidak pernah menyerah terhadap kita. Ia akan merawat dan mengharapkan kita bisa bertumbuh lebih tinggi mengatasi badai kehidupan. Nikmatilah hari-hari yang baik dan penuh kebahagiaan dengan bersyukur kepada Tuhan, dan jalanilah hari-hari yang kurang baik yang memberikan kepada kita pengalaman. Kedua situasi ini akan memberikan arti dan warna tersendiri dalam kehidupan.

DOA:
Bapa, bangkitkan kembali semangatku untuk memandang pada rencanaMu yang indah dan jangan biarkan aku menyerah pada masalah hidup. Dalan Nama Yesus aku berdoa. Amin.
KATA-KATA BIJAK:
Masa-masa sulit, seringkali merupakan saat dimana kita membangun kekuatan untuk menjadi pemenang..


Manna Sorgawi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Frenzz, Silakan memberikan komentar & saran :)