Halaman

Senin, 07 Februari 2011

TPDL Hari 7

Alasan untuk Segala Sesuatu

Sebab segala sesuatu berasal dari Allah, segala sesuatu hidup oleh kuasa-Nya,
dan segala sesuatu itu untuk kemuliaan-Nya.  (Roma 11:36, FAYH)

Segala Sesuatu adalah bagi Dia.

Tujuan utama alam semesta adalah untuk menunjukkan kemuliaan Allah. Itulah alasan bagi segala sesuatu yang ada, termasuk Anda. Allah menjadikan segala  sesuatu bagi kemuliaanNya. Apa itu kemuliaan Allah? Kemuliaan Allah adalah keberadaan Allah, termasuk hakikat dari sifatNya, kekuasaanNya, pancaran keagunganNya, dan kehadiranNya. Kemuliaan Allah adalah ekspresi dari kebaikanNya dan dari semua sifat kekal hakikiNya yang lain. Dimanakah kemuliaan Allah? Lihat saja sekeliling. Segala sesuatu yang diciptakan oleh Allah mencerminkan kemuliaanNya dalam beberapa hal. Kita melihatnya dimana-mana, dari bentuk kehidupan mikroskopik yang terkecil hingga galaksi di semesta yang begitu luar biasa banyaknya; dari matahari terbit hingga terbenamnya; dari awan-awan pagi hingga bintang-bintang yang berkilauan di malam hari; segala sesuatunya ini begitu menakjubkan!
Ciptaan diciptakan Sang Pencipta, demi kemuliaan namaNya! Di alam semesta ini, Allah berkuasa dan Ia menyukai keanekaragaman dan keindahan. Pandanglah langit, ada awan, fajar, rembulan, dan bintang-bintang. Pandanglah laut, ada angin, gelora samudra, dan lumba-lumba yang berlomba-lomba di lautan lepas. Pandanglah daratan, ada pepohonan yang hijau nan asri, kembang yang indah, buah yang sedap, binatang yang unik, dan burung berkicau merdu di dahan pohon. Alkitab berkata, Langit menceritakan kemuliaan Allah, dan cakrawala memberitakan pekerjaan tangan-Nya.” (Mazmur 19: 2)
Sepanjang sejarah, Allah telah menyatakan kemuliaanNya kepada manusia. Melalui Yesus Kristus: “Sebab Allah yang telah berfirman: ‘Dari dalam gelap akan terbit terang!’, Ia juga yang membuat terang-Nya bercahaya di dalam hati kita, supaya kita beroleh terang dari pengetahuan tentang kemuliaan Allah yang nampak pada wajah Kristus.” (2 Korintus 4:6)     Dalam rupa Cahaya Terang: “… kemuliaan Tuhan bersinar meliputi mereka dan mereka sangat ketakutan.” (Lukas 2:9)” Yesaya 60: 1 berbunyi, “Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab Terangmu datang, dan kemuliaan TUHAN terbit atasmu.”     Di kerajaanNya, kemuliaan Allah memberikan terang yang amat mengagumkan. Alkitab berkata dalam Wahyu 21:23, “Dan kota itu tidak memerlukan matahari dan bulan untuk menyinarinya, sebab kemuliaan Allah meneranginya dan Anak Domba itu adalah lampunya.Istilah “Anak Domba” adalah kiasan yang merujuk kepada Yesus Kristus sebagai “Korban Pendamaian” antara Allah yang kudus dengan manusia berdosa.
Ketika mengingat bahwa Yesus Kristus adalah Sang Terang Dunia, hal ini menjelaskan sifat Allah, yakni kemuliaan yang seringkali diidentikkan dengan “terang”. Ia adalah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah dan menopang segala yang ada dengan firman-Nya yang penuh kekuasaan.” (Ibrani 1: 3a) Melalui Yesus Kristus-lah, kita dapat berjalan dalam sinar kemuliaan Allah. Kita tidak lagi dibelenggu dalam kegelapan, tetapi malahan dimerdekakan dalam Terang Ilahi, yakni Yesus Kristus. Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, … penuh kasih karunia dan kebenaran.” (Yohanes 1: 14) Melalui kasih karunia-Nya kita beroleh keselamatan dan kemerdekaan dari dosa.
Kemuliaan merupakan hakikat yang melekat teramat sangat dalam diri Allah. Ia memilikinya karena Dia adalah Allah. Itu sifatNya yang mendasar, tak bisa diganggu gugat. Kita tidak bisa menambahkan apapun pada kemuliaanNya, sama mustahilnya untuk kita membuat matahari bersinar lebih terang! Tetapi kita diperintahkan untuk mengenali kemuliaanNya, menghormati kemuliaanNya, memuji kemuliaanNya, mencerminkan kemuliaanNya, dan hidup bagi kemuliaanNya. Ceritakanlah kemuliaan-Nya di antara bangsa-bangsa dan perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib di antara segala suku bangsa.” (1 Tawarikh 16: 24) Alkitab dalam 2 Korintus 3: 18 berkata: “Dan kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung. Dan karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar.”
Mengapa harus memuliakanNya? Karena Allah layak menerimanya ! Kita memberikan penghormatan sebagaimana seharusnya. Para raja di dunia ini saja sejak dahulu dihormati demikian sangat, masakan bagi Tuhan, Raja di atas segala raja, tidak kita persembahkan suatu penghormatan yang sepantasnya? Lagipula kita ada karena Dia, bukankah seharusnya suatu barang/alat semestinya memberikan kegunaan bagi penciptanya? Demikian juga, kita ciptaanNya seharusnya menunjukkan “pengabdian”, “rasa hormat”, dan “rasa syukur” dengan tulus kepada Sang Pencipta. Anak yang durhaka merupakan orang yang tidak tahu “menghargai” dan “menghormati” orang tua yang berjerih lelah membesarkannya. Maka, sadarilah bahwa Tuhan jauh lebih “berjasa”, jauh lebih “layak”, dan jauh lebih “patut” mendapatkan “penghormatan” dan “penghargaan” setinggi-tingginya yang dapat kita berikan dari relung jiwa kita yang paling tulus dan tahu berterima kasih. Tanpa Allah, kita bahkan orang tua kita pun tidak akan pernah ada! Alkitab berkata dalam Wahyu 4: 11, "Ya Tuhan dan Allah kami, Engkau layak menerima puji-pujian dan hormat; sebab Engkau telah menciptakan segala sesuatu; dan oleh karena kehendak-Mu semuanya itu ada dan diciptakan."
Lalu kita berbicara tentang dosa. Apakah hubungan dosa dengan kemuliaanNya? Pada dasarnya, dosa adalah gagal mempersembahkan kemuliaan kepada Allah. Ya, gagal menghormati dan mempermuliakan Dia. Dosa adalah ketika Anda lebih mencintai hal yang lain ketimbang Allah. Menolak memuliakan Dia berarti memberontak dengan sombong, dan inilah yang menyebabkan kejatuhan si jahat dalam dosa. Dengan berbagai cara, kita telah hidup bagi kemuliaan diri kita sendiri, bukan bagi kemuliaan Allah. Kita mempermuliakan diri sendiri bahkan melebihi Allah sekalipun dalam hidup ini. Hal ini sungguh merupakan egoisme yang amat tragis – pemujaan dan cinta pada diri sendiri secara radikal. “Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah,” (Roma 3: 23)
Kita berdosa ketika tidak memuliakan Allah dengan semua yang ada pada kita. Namun ketika kita hidup bagi kemuliaan Allah, itu adalah hal yang sangat luar biasa dan menyenangkan Dia. Tuhan berkata, “Mereka adalah UmatKu sendiri, yang Kuciptakan bagi kemuliaanKu.” (Bnd. Yesaya 43: 7) Dengan demikian sudah seharusnya, kita hidup untuk memuliakan Allah senantiasa semaksimal mungkin.
Bagaimana saya dapat memuliakan Allah?
Yesus Kristus berkata kepada Allah Bapa, “Aku telah mempermuliakan Engkau di bumi dengan jalan menyelesaikan pekerjaan yang Engkau berikan kepada-Ku untuk melakukannya.” (Yoh 17:4) Yesus Kristus sebagai manusia yang taat kepadaNya, menghormati Allah dengan efektif, dengan cara memenuhi misi dan tujuanNya di Bumi. Kita juga dapat menghormati Allah ddengan cara yang sama. Jika kita memenuhi tujuan Allah untuk hidup kita, maka kita telah memuliakan Dia dengan tepat.
Burung-burung memuliakan Allah dengan terbang dan berkicau dengan merdu. Bahkan semut memuliakan Allah dengan mengumpulkan makanan dengan giat. Ya, ketika sebuah ciptaan menggenapi dan melaksanakan Tujuan Allah menciptakannya, maka ciptaan tersebut telah mempermuliakan Allah dengan semestinya. Kita memuliakan Allah, ketika kita hidup benar-benar hidup ! Artinya ketika kita hidup dengan Tujuan yang benar, ketika kita menjalani sebuah kehidupan yang penuh dengan makna, ketika kita menjalani hidup dengan sukacita sejati yang benar, maka kita sungguh  memuliakan Dia. Beberapa cara untuk memuliakan Allah antara lain sebagai berikut.
Kita memuliakan Allah dengan “menyembah-Nya”
Tuhan ingin kita menyembah Dia dengan motivasi yang benar: kasih, ucapan syukur, tulus, sukacita, dan kerinduan terdalam kita, bukan sekadar formalitas belaka!    Penyembahan jauh lebih dari berdoa dan bernyanyi bagi Allah. Penyembahan adalah suatu gaya hidup yang mengasihiNya, menaatiNya, dan mempersembahkan diri bagi Tujuan-tujuanNya yang begitu luar biasa untuk kita ! Penyembahan mencakup seluruh kehidupan kita, bukan sekadar waktu kebaktian di gereja !    “Gunakan seluruh anggota tubuhmu sebagai alat untuk melakukan kebenaran bagi kemuliaan Allah.” (Bnd. Roma 6: 13b)
Kita memuliakan Allah dengan Mengasihi orang-orang percaya lainnya
Ketika Anda menerima Yesus Kristus sebagai Juruselamat Anda, Anda “dilahirkan kembali” menjadi “seorang bayi (rohani)” dalam Keluarga Allah. Mengikut Yesus bukan sekadar masalah percaya. Ini meliputi Anda menjadi anggota Keluaga Allah dan Anda mulai belajar untuk mengasihi Allah dan Keluarga Allah (Gereja) !      “Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi. Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi.” (Yoh 13: 34-35)
Kita memuliakan Allah dengan Meneladani Karakter Kristus
Begitu Anda dilahirkan ke dalam keluarga Allah, Dia ingin agar kita bertumbuh menuju kedewasaan rohani. Kedewasaan rohani adalah menjadi semakin serupa dengan Kristus dalam berperilaku.    “Karena Roh Tuhan bekerja di dalam kita, maka kita semakin lama semakin menjadi serupa dengan Dia dan semakin mencerminkan kemuliaanNya.” (Bnd. 2 Korintus 3: 18)     “Kiranya kamu senantiasa dipenuhi buah kebenaran – yakni hal yang baik yang dihasilkan dalam hidupmu oleh Yesus Kristus – karena ini akan sangat memuji dan memuliakan Allah.” (Bnd. Filipi 1: 11)
Kita memuliakan Allah dengan Melayani dan mengasihi orang lain
“Allah telah memberikan beraneka ragam karunia kepada tiap-tiap orang. Gunakanlah karunia-karunia itu dengan baik agar kemurahan Allah dapat mengalir melalui kamu….. Apakah kamu mau untuk menolong orang lain? Lakukanlah hal itu dengan segenap kekuatan yang Allah sediakan bagimu. Maka Allah akan dimuliakan!” (Bnd. 1 Petrus 4: 10-11)
Kita memuliakan Allah dengan Memberitakan Dia kepada orang lain
Begitu kita mengenal Dia, Ia ingin kita membagikan apa yang telah kita alami bersama denganNya kepada orang lain. Ini adalah sebuah misi yang sangat menyenangkan agar melihat lebih banyak lagi orang kembali kepada Allah, Sang Pencipta, memang demikianlah seharusnya. Kabarkan lah kepada orang lain, agar mereka mengetahui dan pada akhirnya menerima Tuhan Yesus, Sang Juruselamat.   “dengan semakin banyaknya orang yang menjadi percaya, menyebabkan semakin melimpahnya ucapan syukur bagi kemuliaan Allah.” (2 Kor 4:15)

Untuk Apakah Anda Hidup ?
Memilih untuk hidup bagi kemuliaanNya bukan-lah hal yang gampang untuk dilakukan. Anda mungkin ragu dan bimbang – egoisme Anda berteriak, “Tidak! Tak’kan pernah!”. Yesus sebagai seorang manusia juga pernah menghadapi pilihan-pilihan yang amat sulit, yakni “memilih untuk tetap taat hingga Ia mati di kayu salib demi keselamatan Anda    atau     “dengan egoisnya memilih tetap menjadi seorang Guru Moral yang Agung dan hidup nyaman tanpa harus menanggung Derita Salib”. Ia berkata kepada Allah Bapa, Sekarang jiwa-Ku terharu dan apakah yang akan Kukatakan? Bapa, selamatkanlah Aku dari saat ini? Tidak, sebab untuk itulah Aku datang ke dalam saat ini.” (Yoh 12: 27-28) Dan ternyata, Yesus Kristus memilih untuk tetap menanggung hukuman atas dosa-dosa kita demi keselamatan Saudara dan saya! Ya, Yesus Kristus datang ke dunia ini untuk mati di kayu salib setelah menderita demikian rupa, demi keselamatan Anda!
Ia memuliakan Allah dengan melaksanakan Kehendak dan TujuanNya. Lalu, bagaimana dengan Anda? Akankah memilih pilihan yang tepat? Sebaiknya Anda mengambil keputusan dengan bijak! Karena ini amat menentukan keberadaan Anda di dalam kekekalan. Apa yang Anda takutkan? Anda takut tidak memiliki cukup kekuatan untuk hidup bagi Allah? Jangan khawatir! Allah akan memberi Anda apa yang Anda perlukan!Karena kuasa ilahi-Nya telah menganugerahkan kepada kita segala sesuatu yang berguna untuk hidup yang saleh oleh pengenalan kita akan Dia, yang telah memanggil kita oleh kuasa-Nya yang mulia dan ajaib.” (2 Petrus 1:3)
Bagi siapakah Anda akan hidup? Bagi diri sendiri atau bagi Allah, yang menciptakan Anda? Allah mengundang Anda untuk hidup bagi kemuliaanNya. Ketika Anda menerima Yesus Kristus sebagai Juruselamat dan Tuhan atas  hidup Anda, hidup sesungguhnya telah dimulai! Terimalah dan percayalah! Allah yang memelihara Anda! Bukan kekuatan dan kesalehan Anda sendiri yang memampukan Anda hidup bagi-Nya, melainkan oleh karena kasih karunia dan kuasaNya yang luar biasa!   Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya.”  (Yohanes 1: 12)
Pertama, percaya. Percaya bahwa Allah mengasihi Anda bahkan sebelum Anda belajar mengasihi Dia! Dan Allah menjadikan Anda ada untuk tujuan-tujuanNya, bukan untuk tujuan Anda sendiri! Percaya bahwa Anda ada bukan karena kebetulan, namun ada karena KehendakNya. Percaya bahwa ada kekekalan di balik kematian. Percaya bahwa Anda diselamatkan melalui Penebusan di dalam Derita dan Kematian Yesus Kristus – sesuai dengan kengerian dosa-dosa dan kejahatan-kejahatan manusia. Ia bahkan merelakan nyawanya sendiri DEMI KESELAMATAN ANDA!
Kedua, menerima. Menerima Yesus Kristus sebagai Juruselamat Anda dan Tuhan atas hidup Anda. Menerima Darahnya dan Tubuhnya yang dikorbankan demi keselamatan Anda. Menerima RohNya, yang membaharui dan menguatkan Anda.
Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya.” (lih. Yesaya 53: 5)
“tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.” (Yohanes 14: 26) Roh Kudus, yakni Roh Allah sendiri yang akan menguatkan dan menghiburkan kita.
 Barangsiapa menerima dan percaya kepada Yesus Tuhan, ia beroleh segala sesuatu, yaitu kehidupan yang kekal dan lengkap.” (Bnd. Yohanes 3: 36)
Dimanapun Anda sedang membaca tulisan ini, saya mengajak Anda untuk dengan jujur dan tulus dan sadar, berdoa mengakui keberdosaan Anda dan mengundang Yesus Tuhan untuk masuk dan bertakhta dalam hati Anda. Ini akan mengubah kekekalan Anda, dari hukuman kekal menuju kebahagiaan kekal BERSAMA ALLAH, yang menciptakan Anda sendiri.
Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku akan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku. (lih. Wahyu 3: 20)
Lakukanlah. Ia sudah lama menunggu Anda. Dan Ia masih menanti Anda, jangan tunggu nanti saja-lah dan jangan tunda-tunda, Anda tidak tahu kapan ajal menjemput! Jangan sampai semuanya terlambat! Ia menghendaki pertobatan Anda, bukan kematian Anda di luar Anugerah KeselamatanNya. Ia tidak ingin Anda menyia-nyiakan kesempatan ini.
“Tuhan Yesus, Aku datang kepadaMu mengakui bahwa sesungguhnya aku adalah manusia yang amat berdosa dan patut untuk mendapat hukuman kekal dari Engkau, Allah yang Maha Adil. Namun, sekarang aku mengundang dan menerima Engkau, Yesus, di dalam hatiku sebagai Tuhan dan Juruselamatku. Tuhan Yesus, kini kubuka pintu hatiku untukMu. Masuklah dan tinggallah dalam hatiku selama-lamanya sebagai Tuan dan Raja atas hidupku. Terima kasih Bapa di Sorga, melalui Yesus, FirmanMu sendiri, telah Engkau selamatkan aku dari hukuman kekal. Terima kasih Tuhan, sungguh aku tak dapat menyelamatkan diriku sendiri. Hanya oleh Kasih KaruniaMu saja, ya Tuhan, hamba yang sangat berdosa ini diselamatkan. Terima kasih Tuhan. Hanya di dalam nama Yesus Kristus, hamba telah berdoa: percaya dan menerima Engkau, Tuhan yang Maha Adil lagi Maha Kasih. Amin!”
Jika Anda telah percaya dan menerimaNya, saya mengucapkan, “Selamat! Kini Anda segera akan memasuki suatu hidup yang benar-benar hidup! Anda tidak akan menyesal, karena sesungguhnya Anda telah memiliki Jaminan Keselamatan Sejati di dalam nama Yesus Kristus, Tuan di atas segala tuan, Raja di atas segala raja, yang Empunya Kerajaan Sorga!”
Lalu apa yang harus Anda lakukan? Milikilah dan renungkanlah Alkitab! Carilah sebuah persekutuan lokal di sekitar tempat Anda berada (Gereja)! Berdoalah setiap hari! Carilah saudara/i seiman yang dapat menolong Anda untuk bertumbuh di dalamNya! Dan Anda dapat terus mengunjungi situs ini, untuk memperoleh pengetahuan mengenai iman Kristen. Jikalau Anda berkenan, beritahulah saya mengenai kabar sukacita ini, ke alamat email saya: wu_chen_hy@yahoo.com
Jikalau Anda masih ragu dan belum mengambil keputusan, teruslah membaca dan merenungkan rangkaian tulisan ini. Sadarilah hal-hal ini.
Kiranya Anda mengerti bahwa Yesus Kristus begitu mengasihi dan memperdulikan Anda senantiasa, bahkan merelakan dirinya sendiri untuk menebus (menyelamatkan/membebaskan) Anda dari hukuman dan belenggu dosa.

Hari Ketujuh
Berpikir Tentang Tujuan Saya
Renungkanlah       :
Segala sesuatu adalah bagi kemuliaan Dia.
Sebab segala sesuatu berasal dari Allah, segala sesuatu hidup oleh kuasa-Nya,
dan segala sesuatu itu untuk kemuliaan-Nya.  (Roma 11:36, FAYH)
Sudahkah saya hidup bagi Kemuliaan Pencipta saya sendiri? Sudahkah saya menerima Yesus Kristus, Cahaya KemuliaanNya sendiri, sebagai Juruselamat dan Tuhan atas hidup saya?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Frenzz, Silakan memberikan komentar & saran :)