Halaman

Kamis, 03 Maret 2011

HIDUP DALAM KEKUDUSAN

Baca: 1 Korintus 6:12-20
“Jauhkanlah dirimu dari percabulan! Setiap dosa lain yang dilakukan manusia, terjadi di luar dirinya. Tetapi orang yang melakukan percabulan berdosa terhadap dirinya sendiri.” (1 Korintus 6:18)
Hal lain yang harus kita teladani dari kehidupan Paulus adalah komitmennya dalam menjaga kesucian dan kekudusan hidupnya. Ia berkata, “Saudara-saudaraku yang kekasih karena kita sekarang memiliki janji-janji itu, marilah kita menyucikan diri kita dari semua pencemaran jasmani dan rohani, dan dengan demikian menyempumakan kekudusan kita dalam takut akan Allah.” (2 Korintus 7:1). Ditegaskan bahwa setiap dosa yang dilakukan manusia terjadi di luar dirinya, namun orang yang melakukan percabulan atau dosa seksual lainnya berdosa terhadap dirinya sendiri.

Dosa seksual saat ini begitu merajalela. Di mana-mana terjadi dan menyerang siapa saja dan kapan saja. Pengaruh pornografi melalui VCD/DVD ataupun internet semakin memudahkan orang jatuh dalam dosa jenis ini, mulai dari anak-anak, remaja, pemuda, orang dewasa sampai yang usianya sudah lanjut. Banyak orang kecanduan dosa seks. Penyimpangan seksual, perselingkuhan dan perceraian kian marak dan tidak tabu lagi, malah dianggap biasa dalam kehidupan selebriti dan masyarakat umum. Namun Alkitab menegaskan bahwa perkawinan orang Kristen itu merupakan gambaran persekutuan antara Tuhan dan gereja-Nya (baca Efesus 5:22-33).

Jadi berhati-hatilah karena seringkali kuasa jahat menggunakan perangkap seks untuk menjatuhkan iman orang Kristen. Terlebih bagi para hamba Tuhan dan pemimpin-pemimpin rohani, jangan pernah merasa kuat! “Sebab itu siapa yang menyangka, bahwa ia teguh berdiri, hati-hatilah supaya ia jangan jatuh!” (1 Korintus 10:12). Ada contoh dalam Alkitab: Simson dan Daud, keduanya jatuh dalam perangkap dosa seks ini dan harus menanggung akibat yang fatal. Mata Simson dibutakan, menjadi bahan tertawaan serta dijadikan budak orang-orang Filistin. Daud, keluarganya berantakan karena perselingkuhannya dengan Betsyeba: Amnon, anak sulungnya, memperkosa Tamar, saudari tirinya; Absalom, kakak Tamar, marah dan membunuh Amnon; lalu Amnon merebut tahta ayahnya dan meniduri gundik-gundiknya di depan banyak orang.


Ingat! “...tanpa kekudusan tidak seorangpun akan melihat Tuhan.” Ibrani 12:14

Roma 8:8 berbunyi “Mereka yang hidup dalam daging, tidak mungkin berkenan kepada Allah.”

Dari : mailing list email : Air Hidup

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Frenzz, Silakan memberikan komentar & saran :)