Bacaan hari ini: 1 Tesalonika 5:12-15
5:12 Kami minta kepadamu, saudara-saudara, supaya kamu menghormati mereka yang bekerja keras di antara kamu, yang memimpin kamu dalam Tuhan dan yang menegor kamu; 5:13 dan supaya kamu sungguh-sungguh menjunjung mereka dalam kasih karena pekerjaan mereka. Hiduplah selalu dalam damai seorang dengan yang lain. 5:14 Kami juga menasihati kamu, saudara-saudara, tegorlah mereka yang hidup dengan tidak tertib, hiburlah mereka yang tawar hati, belalah mereka yang lemah, sabarlah terhadap semua orang. 5:15 Perhatikanlah, supaya jangan ada orang yang membalas jahat dengan jahat, tetapi usahakanlah senantiasa yang baik, terhadap kamu masing-masing dan terhadap semua orang.
Menurut H.B. London, tokoh “Focus on the Family”, kehidupan para hamba Tuhan diwarnai empat hal: kesepian, rasa terisolasi, rasa tidak aman, dan rasa tidak mampu. Penyebabnya, mereka dituntut banyak, tetapi dihargai terlalu sedikit. Mereka harus terlihat “tanpa dosa”. Sedikit berbuat kesalahan membuatnya jadi bahan omongan. Sebaliknya, kerja keras dan pengorbanannya kerap dianggap biasa. Sudah lumrah. “Miskinnya pujian dan penghargaan membuat 80% pendeta pernah berpikir pindah dari gerejanya,” ujar Jane Rubietta, penulis buku Bagaimana Memperhatikan Pendeta yang Anda Kasihi.
Rasul Paulus mengajak jemaat Tesalonika menghormati para pemimpin yang telah berjerih payah membimbing mereka mengenal Kristus. Para pemimpin itu tidak selalu tampil simpatik. Kadang mereka harus menegur jemaat yang hidup tidak tertib (ayat 12,14). Sebuah teguran bisa menyakitkan. Membuka aib. Yang ditegur bisa terpancing untuk balas melukai hati pemimpinnya. Paulus melarang sikap itu. Ia meminta jemaat terus mendukung pemimpin mereka dalam kasih dan damai (ayat 13). Jemaat diminta menaruh hormat bukan karena pribadi sang pemimpin, melainkan karena mereka melakukan pekerjaan yang Tuhan percayakan kepadanya.
Sudahkah Anda menaruh hormat pada mereka yang telah memimpin Anda mengenal Kristus? Mungkin mereka adalah para hamba Tuhan, sahabat rohani, orangtua, atau pembimbing rohani Anda. Bagaimana Anda bisa menunjukkan rasa respek dan dukungan secara nyata? Mana yang lebih sering Anda lakukan: menghargai atau mencela mereka?
PARA HAMBA TUHAN BUKAN MANUSIA TANPA KESALAHAN. MEREKA ORANG KRISTIANI YANG TENGAH BERJUANG MELAYANI TUHAN
Penulis: Juswantori Ichwan - www.renunganharian.net
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Frenzz, Silakan memberikan komentar & saran :)