Halaman

Minggu, 06 Februari 2011

Bayangan Salib

Ketika berada di kelas fotografi di University of Cincinnati, seorang Kristen berkenalan dengan seorang anak muda bernama Charles Murray. Charles adalag seorang mahasiswa juga dan mengikuti latihan untuk Olimpiade Musim Panas sebagai peloncat indah.
Charles sangat sabar mendengarkan bagaimana Yesus telah menyelamatkannya. Charles tidak dibesarkan di dalam keluarga Kristen sehingga semua yang diceritakan kepadanya begitu mempesona. Bahkan ia sangat ingin tahu tentang pengampunan dosa.

Akhirnya pertanyaan ditujukan kepadanya, “Sadarkah kamu bahwa kamu butuh Sang Penebus dan siapkah kamu untuk percaya kepada Kristus sebagai Penyelamatmu?” Roman wajahnya berdosa dan begitu merasa bersalah. Kelihatannya sudah pasti Ia menerima Yesus pada saat itu. Namun, hal yang mengejutkan terjadi! Ia menjawab dengan tegas “Tidak!”

Beberapa hari kemudian, dia menjadi pendiam dan sering menghindari orang2 Kristen. Sampai suatu hari Charles memutuskan untuk menelepon orang itu. Dia ingin tau ayat2 di Perjanjian Baru tentang keselamatan. Dia menolak untuk bertemu, tetapi dia berterimakasih kepada orang Kristen itu untuk referensi Injil yg diberikan. Dia sangat bermasalah, tapi tidak siap untuk menerima pertolongan dari Yesus.

Karena dia dilatih untuk pertandingan olimpiade, Charles memiliki hak istimewa untuk menggunakan fasilitas kolam universitas. Kadang2 antara pukul 10.30 dan 11.00 malam, dia berenang dan berlatih beberapa loncatan. Di malam bulan Oktober itu sangat terang karena bulan purnama. Kolam universitas berada di bawah atap dengan jendela kaca, sehingga sinar bulan masuk dari jendela atas kolam renang itu.

Charles menaiki papan loncat paling tinggi. Saat itu Tuhan bekerja dalam diri Charles. Semua ayat yang telah dibacanya, semua kesaksian tentang Kristus memenuhi pikirannya.Perlahan kesadaran tentang betapa ia membutuhkan Yesus mulai memenuhi hatinya. Hati yang keras mulairetak, dilembutkan oleh kasih Tuhan yg ajaib.

Dia berdiri membelakangi papan loncat, merentangkan tangannyya untuk keseimbangannya, memandang ke dinding, dan melihat bayangannya di sana akibat sinar bulan. Bayangan itu berbentuk salib. Dia tak dapat lagi menahan beban dosanya lebih lama lagi. Dia tak mampu lagi menanggung sendiri dosa dan rasa keberdosaannya. Hatinya hancur dan dia duduk di papan loncat dan memohon pada Tuhan untuk mengampuni dan menyelamatkannya. Dia menerima Yesus pada ketinggian 20 kaki di atas papan loncat indah. Wow!

Tiba-tiba lampu di kolam renang menyala. Seorang petugas kebersihan masuk untuk memeriksa kolam renang. Ketika Charles menoleh ke bawah dari papan loncatnya, ia melihat sebuah kolam yang kosong! Ternyata Ia tidak sadar bahwa ketika ia hendak berlatih loncat indah, kolam renang tersebut sudah mulai dikeringkan untuk diperbaiki. Dia hampir meloncat menuju kematiannya, tetapi Kasih Kristus pada salib itu telah menghentikannya dari kematian. Sungguh sebuah pelajaran yang berharga!

Ibrani 4:7
Sebab itu Ia menetapkan pula suatu hari, yaitu "hari ini", ketika Ia setelah sekian lama berfirman dengan perantaraan Daud seperti dikatakan di atas: "Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya, janganlah keraskan hatimu!


Referensi: Chicken Soup 4 Christian Soul dgn adaptasi seperlunya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Frenzz, Silakan memberikan komentar & saran :)